Umat Islam Dalam Bahaya Besar, Ini Menurut Katib Suriyah PCNU Kabupaten Sukabumi - Jampang Media

Breaking

Senin, 20 Februari 2017

Umat Islam Dalam Bahaya Besar, Ini Menurut Katib Suriyah PCNU Kabupaten Sukabumi

Katib Suriyah PCNU Kabupaten Sukabumi Dr. K.H. E Supriatna Mubarok, M.Sc., M.M. yang juga sebagai pengasuh pondok pesantren salafi terpadu Darussyifa Al-Fithroh Perguruan Yaspida Sukabumi pada ceramahnya beberapa waktu lalu di kabupaten Cianjur menjelaskan bahwa Musuh umut islam ada dua bagian, satu musuh internal dua musuh eksternal. Musuh eksternal umat islam yang pertama adalah yahudi dan nasrani karena yahudi dan nasrani tidak akan pernah ridho kepada umat islam selama umat islam tidak tunduk dan patuh kepada ajaran yahudi dan nasrani, dengan bermacam cara, metode, dan strategi yahudi dan nasrani akan menghancurkan umat islam. Pertama yang dibuat adalah hoax, bikin berita gosip bikin ini bikin itu. Sampai saat ini umat islam tidak terpengaruh, islam masih percaya. Yahudi membuat strategi menghancurkan islam melalui kitab suci yang paling mulya, yaitu Al-Qur'an. Sampai saat ini umat islampun tidak bisa dipengaruhi dengan hancurnya itu. Kemudian Yahudi dan nasrani menghancurkan umat islam melalui 5F, Food, Fashion, Film yang merusak iman, Finance monopoli keuangan dunia dan yang terakhir Friction politik mengadu domba.
Makanan, media, pakaian, perbankan, termasuk sarana untuk komunikasi dimana-mana didominasi oleh penguasa yahudi dan nasrani.
Kalo kita berbicara kemajuan islam karna kita berhadapan dengan musuh yang begitu berat, yaitu yahudi dan nasrani, kenapa tidak kita bangun skala prioritas, job deskription dikalanga masyarakat. Karena kondisi umat islam saat ini sangat berat, kebanyak yang awam ditambah lagi tidak menambah wawasan trus di kasih hiburan produk yahudi dan nasrani lalu datang berbagai ajaran yang kadangkala menghancurkan aqidah.
Musuh kedua yang dihadapi oleh umat islam adalah wahabi dan musuh umat islami yang keketiga yaitu syi'ah. Aliran Wahabi dan Syiah yang ada di Indonesia saat ini selalu berupaya memecah belah mengadu domba umat Islam.
Memang sekarang belum terasa oleh bapak-bapak sekalian tapi lihat nanti kondisi masa yang akan datang, makanya perlu dipikirkan generasi kita anak cucu kita dan jangan memikirkan hanya untuk diri pribadi saja. Pondok pesantren salafiyah yang berada disekitar daerah ini rata-rata kosong.
Kita sumua haru melek buka mata. Masya'Allah ketia ahok menistakan ayat yang terdapat dalam surat Al-Maidah sampai saat ini ahok belum bisa di penjara, karena ada konspirasi dan tameng yang begitu besar yang bisa melemahkan kita sebagai umat Islam. Walaupun daerah ini cukup jauh dari kota yang menjadi jantung kegaduhan, tapi Kita yang disini harus ada simpati dan empati terhadap perkembangan umat islam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar