Ketertinggalan Dalam Pembangunan Menjadi Pemicu PDOB Kabupaten Jampang - Jampang Media

Breaking

Sabtu, 23 Desember 2017

Ketertinggalan Dalam Pembangunan Menjadi Pemicu PDOB Kabupaten Jampang

Endim Opandi (kiri), Moch Sadevah Sumarna (kanan), dan Penggiat lainnya
saat menghadiri undangan Sekda Provinsi Jawa Barat di Gedung Sate Bandung

Keinginan masyarakat jampang semakin menguat untuk terus berjuang mendorong pemekran Kabupaten Jampang. Hal ini di dasari karena kurangnya perhatian Pemerintah Daerah terhadap wilayah selatan sukabumi, sehingga tanah jampang yang disebut-sebut sebagai tanah legenda yang memiliki kekayaan potensi sumber daya alamnya, kini masyarakat panjampangan merasa seolah-olah dibuang oleh pemerintah daerah kabupaten sukabumi.

Moch Sadevah Sumarna, salah satu penggiat pemekaran Kabupaten Jampang mengungkapkan, pembangunan di wilayah jampang hampir tidak kelihatan dan sangat miris ketika masyarakat panjampangan selalu tersisihkan tidak dapat merasakan pembangunan yang terus di canangkan oleh pemerintah, apalagi di wilayah dapil dua, sepanjang jalannya boro-boro bisa melihat keindahan bangunan pemerintah atau pabrik-pabrik yang ada cuma rumah-rumah sederhana dan jalanan rusak.

Padahal, lanjut Devah, Hasil kekayaan dari bumi Jampang seperti pasir besi, itu sudah milyaran rupiah per bulan memberikan pemasukan buat pemerintah daerah, belum lagi wisata seperti ujung genteng, geopark ciletuh dan juga Kandungan emas murni yang berada di kecamatan ciemas, itu kadar emasnya melebihi kadar emas yang sekarang ditabang oleh PT. freeport di papua. “Tapi mengapa sekarang dimata dunia kadar emas yang dimiliki PT. Freeport terbaik seduni ?” karena pengolahan diwilayah ciemas belum secanggih pengolahan PT. Freeport.

Jampang itu terdekat, terluar dan tertinggal dari Ibu Kota, Maka disitulah kita harus bangkit untuk memperjuangkan supaya Kabupaten Jampang Ngawujud, karena tidak ada pilihan lain buat jampang selain mekar, untuk mengejar ketertinggalan. Pemekaran tersebut berdasarkan keinginan dan diperjuangkan oleh masyarakat jampang sendiri.

Dan nanti, lanjut Devah, jika jampang menjadi sebuah kabupaten maka secara otomatis sumberdaya yang ada itu akan diolah, dan hasilnya pun akan di nikmati, dirasakan oleh masyarakat jampang juga.

Pembangunan yang direncanakan pemerintah seperti yang diutarakan oleh sekda pemprov tentang pembangunan tol, pelabuhan dan bandara di wilayah panjampangan yang akan mempermudah akses ke wilayah jampang, itu bisa sangat menunjang untuk jampang menjadi sebuah kabupaten. Termasuk juga putera daerah yang sekarang kebanyakan merantau keluar kota atau luar negeri itu akan kembali ke tanah kelahiran untuk menikmati kekayaan potensi sumber daya yang sebenarnya dimiliki oleh jampang, bahkan bisa menarik pendatang sebanyak mungkin untuk mencari kehidupan di tanah jampang.

Moch Sadevah, mengatakan bahwa untuk wilayah yang masuk dalam pemekaran kabupaten Jampang terdiri dari 18 Kecamatan yang diusulkan berada diwilayah Daerah Pemilihan II dan III.

Insya Allah apa yang dicita-citakan dan diperjuangkan masyarakat Jampang untuk bisa mekar bisa segera terwujud. cita – cita kami dalam memperjuangkan Pemekaran ini didasarkan pada hasil beserta pertimbangan-pertimbangan yang obyektif dengan bertujuan untuk tercapainya peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Akan tetapi, tujuan pembentukan kabupaten Jampang ini tidak dapat dilihat semata-mata dari dimensi administrasi dalam arti untuk meningkatkan penyelenggaraan pemerintahan yang efisien dan efektif saja , akan tetapi bisa juga dari aspek ekonomi, politik dan sosial budaya.

Perjuangan ini memang benar-benar kita lakukan dengan serius untuk mendapatkan pembangunan di panjampangan supaya setara dengan kota/kabupaten lain yang sudah berkembang. Dan memang sudah seharusnya wilayah selatan terutama jampang memiliki fasilitas bermutu.

Banyak orang berkata yang kedengarannya tidak mengenakan, tapi kami tidak akan berhenti berjuang, karena kami tidak mengharapkan timbal balik dari hasil perjuangan ini. Karena yang jelas alasan kami adalah, lebih berharga mewariskan perjuangan kepada anak cucu kami daripada mewariskan harta benda, karena harta benda ada habisnya. Yaa, Setidaknya bisa membuat jampang lebih baik.

Untuk pemekaran sukabumi utara itu di danai dari APBD Pemda Kabupaten dengan angka yang fantastis, sedangkan jampang hanya mendapat dukungan dari Pemda Kabupaten tetapi sampai saat ini masih modal dengkul. “Kalau memang keberatan untuk membangun jampang, ya apa susahnya untuk memisahkan jampang dari induknya”.

Persepsi aparatur pemerintah menganggap bahwa putera daerah jampang jarang yang berpendidikan tinggi, “padahal pada kenyataanya sangat banyak lulusan dan yang sedang mengenyam Pendidikan di sekolah dan perguruan tinggi terkemuka”.

Devah menuturkan, Upaya Pemekaran kabupaten jampang sudah bergulir sejak tahun 1990, “Sekarang tinggal menunggu pemerintah pusat mencabut moratorium pemekaran”, sampai saat ini alasannya, pemerintah lebih mendahulukan pembangunan infrastruktur. karena biaya untuk pemekaran itu mahal, walaupun realisasinya daripada pembangunan yang dicanangkan tersebut tidak sesuai dengan yang diharapkan oleh masyarakat jampangan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar