Jangan Menyebarkan Foto Atau Video Korban Teror Bom - Jampang Media

Breaking

Selasa, 15 Mei 2018

Jangan Menyebarkan Foto Atau Video Korban Teror Bom


AmanahNegeriku.com,- Belasungkawa terhadap korban tragedi bom tidak perlu menyebarluaskan gambar foto video dari korban tragedi bom. Kata Hendardi, Ketua Setara Institute. Hal itu dikatakannya Saat menjadi pembicara pada acara Pernyataan Sikap Gerakan Warga Lawan Terorisme yang bertempat di kantor Wahid Foundation, Jakarta Pusat. Selasa (15/5/2018).

Pada acara yang diikuti oleh sekitar 150 orang peserta tersebut, Hendardi mengatakan, jangan terprovokasi aksi terorisme yang terjadi di Surabaya, dengan cara menyebarluaskan gambar foto dan video dari korban tragedi bom akan membuat pelaku Terorisme merasa senang.

Sebaiknya, kata Hendardi, kita Mendukung aparat keamanan untuk usut tuntas tragedi bom surabaya, aparat tidak perlu ragu untuk selidiki kasus dan menuntaskannya sesuai hukum yg berlaku Aksi teror tersebut merupakan bagian dari strategi mengganggu stabilitas nasional. Dan Ingatkan kepada para politisi untuk tidak bermain-main dengan memberi ruang berkembangnya intoleransi.

Pada acara yang diselenggarakan dalam rangka menyikapi tindakan terorisme yang terjadi di Mako Brimob dan pemboman bunuh diri di Surabaya serta rentetan tindakan teroris tersebut dihadiri oleh tokoh masyarakat yang mewakili segenap warga Indonesia yang terluka rasa kemanusiaan dan kebangsaannya atas teror yang terjadi.

Juga nampak hadir dalam acara tersebut  Hj Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, Prof Saparinah Sadli, Prof Musdah Mulia, Hendardi, Prof Azyumardi Azra, Perwakilan agama lintas iman (MUI, PGI, KWI, Budha, Hindu, Konghucu, Agama lokal), dan yang lainnya.

Kemudian, Prof Musdah Mulia mengatakan, Terorisme itu nyata adanya, bukan rekayasa. Kalo masih ada yang mengatakan Terorisme itu rekayasa, patut dipertanyakan Kebangsaan nya. Trend terorisme saat ini, menurut penelitian yg dilakukannya, banyak melibatkan kaum wanita dan anak anak dalam aksi terorisme.

Melawan terorisme harus dengan cara- cara damai, karena Kekerasan tidak akan menyelesaiikan masalah kasus teroris.Kepada media jangan mentolerir acara yang isinya ujaran kebencian. Kita harus bersatu lawan terorisme. Jika Kita bersatu pasti menang. Kata Prof Musdah.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar