Jumlah Rakaat Dalam Shalat Tarawih - Jampang Media

Breaking

Sabtu, 19 Mei 2018

Jumlah Rakaat Dalam Shalat Tarawih


AmanahNegeriku.com,- Shalat tarawih adalah shalat sunah yang hanya dikerjakan khsusus pada malam di bulan Ramadhan. Maka Selain di bulan Ramadhan amalan shalat tarawih tidak diperbolehkan.

Dalam pelaksanaan shalat tarawih terdapat banyak sekali perbedaan mengenai jumlah rakaatnya. Ini terjadi tidak hanya di Indonesia tetapi di seluruh dunia muslim. Di negara muslim tertentu ada yang melaksanakan shalat tarawih dua puluh rakaat, ada yang tiga puluh enam rakaat, seratus rakaat dan ada pula delapan rakaat.

Begitu juga di Indonesia itu sendiri, pelaksanaan shalat tarawih di masing-masing masjid tidak sama jumlah rakaatnya. Ada yang shalat tarawih delapan rakaat, ada juga yang dua puluh rakaat. Lantas berapa jumlah rakaat tarawih yang benar.

Kebanyakan ulama mengatakan bahwa tidak ada batasan yang pasti dari Nabi Saw. terkait jumlah rakaat shalat tarawih. Oleh karena itu, tidak heran apabila tidak ada kesepakatan di antara kaum muslim sejak zaman sahabat terkait jumlah rakaat shalat tarawih.

Pada zaman Sayidina Umar, kaum muslim melaksanakan shalat tarawih sebanyak dua puluh rakaat, sekaligus ditambah shalat witir tiga rakaat. Pada zaman khalifah Umar bin Abdil Aziz, kaum Muslim melaksanakan shalat tarawih dengan jumlah tiga puluh enam rakaat. Kedua jumlah ini, menurut mazhab maliki sama-sama benar dan boleh.

Dalam kitab Fiqhus Sunah disebutkan sebuah perkataan Ibnu Hibban yang menjelaskan proses jumlah rakaat shalat tarawih; “Sesungguhnya tarawih itu pada mulanya adalah sebelas rakaat dengan bacaan yang sangat panjang hingga memberatkan mereka. Kemudian mereka meringankan bacaan dan menambah bilangan rakaat menjadi 23 rakaat dengan bacaan sedang. Setelah itu mereka meringankan bacaan dan menjadikan tarawih dalam 36 rakaat tanpa witir.”

Dengan demikian, terdapat beberapa penambahan jumlah rakaat shalat tarawih sejak zaman Nabi Saw., sahabat dan tabiin hingga sekarang. Mulai dari delapan, dua puluh, tiga puluh enam, bahkan ada juga yang empat puluh dan seratus rakaat.

Semuanya benar dan boleh sesuai dengan kesepakatan masing-masing negara dan masyarakat setempat. Justru yang salah dan keliru apabila membatasi jumlah rakaat shalat tarawih pada bilangan tertentu, tidak boleh ditambah maupun dikurangi.

Hal itu sebagaimana dikatakan imam Ahmad dalam sebuah hadis yang artinya, “Barangsiapa yang meyakini bahwa shalat tarawih ada batasan jumlah tertentu dari Nabi Saw. sehingga tidak boleh ditambah maupun dikurangi, sungguh dia telah salah dan keliru.”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar