Meminimalisir konflik Sosial Dari konstelasi Politik Yang Kian Memanas - Jampang Media

Breaking

Kamis, 24 Mei 2018

Meminimalisir konflik Sosial Dari konstelasi Politik Yang Kian Memanas

Santri, Ulama dan peserta yang hadir dalam acara di Pesantren
An-Nahdlah berkomitmen untuk berpartisipasi mensukseskan
Pilkada 2018, dan Pilpres 2019.

AmanahNegeriku.com,- Konstelasi politik jelang pilkada 2018 dan Pilpres 2019 diperkirakan akan terus memanas, karena penggunaan isu SARA diprediksi akan kembali dimanfaatkan oleh kelompok kepentingan untuk saling menjatuhkan lawannya. Apalagi didukung dengan informasi hoax dari oknum tidak bertanggung jawab.

Hal tersebut disampaikan oleh Ustad Khoirul Anwar perwakilan dari komunitas Balad Jokowi saat menjadi narasumber pada acara deklarasi melawan Hoax, SARA, dan Terorisme yang di selenggarakan di Pondok Al Nadlah Kota Depok. Rabu (23/5/2018).

Lebih lanjut Anwar mengatakan, mengkonsusmsi hoax dan penggunaan isu SARA akan semakin memperkeruh masalah dan berpotensi dapat menyebabkan terjadinya konflik sosial dan tidak menutup kemungkinan dapat menyebabkan instabilitas keamanan nasional.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh segenap tokoh masyarakat dan santri An-Nahdlah bersama Ust. Khoirul Anwar, ustadz Fuad dan lainnya dari Komunitas Urang Balad Jokowi Depok. Ulama dan peserta yang hadir dalam acara diajak untuk berkomitmen untuk berpartisipasi mensukseskan Pilkada 2018, dan Pilpres 2019 dan serta kepemimpinan nasional.
Santri Bertekad Sukseskan Pilkada 2018 dan Pilpres 2019

Sementara, Pengasuh Santri Pondok Al Nadlah Kota Depok, ustad Luthfi Nadift ditempat yang sama mengatakan kalangan ulama dan masyarakat muslim Depok sebagai warga mayoritas berperan penting dalam mengendalikan kondisi seperti ini. Santri sebagai generasi muda, memiliki posisi yang sangat strategis dalam menyejukkan masyarakat, meminimalisir terjadinya konflik sosial.

Luthfi Nadift berharap santri berperan aktif dan lantang menyerukan anti hoax dan pemilu damai diberbagai kesempatan, khususnya di media sosial. Karena banyak pihak yang dirugikan atas informasi hoax dan kampanye isu SARA ini, tidak terkecuali pemerintah.
Banyak kebajikan Pemerintah pro rakyat yang tidak tersampaikan secara baik akibat serangan hoax dan isu sara ini. Pemerintah, dalam hal ini presiden Jokowi sangat mendukung upaya setiap elemen masyarakat dalam menentang hoak dan isu SARA.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar