Gunakan Lisan Untuk Dzikir dan Saling Memberi Nasihat - Jampang Media

Breaking

Selasa, 25 September 2018

Gunakan Lisan Untuk Dzikir dan Saling Memberi Nasihat


Assalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh

Lisan seharusnya dipergunakan untuk dzikir saling nasehat menasehati dalam kebenaran sehingga berpahala, jangan digunakan untuk yang tidak bermanfaat sehingga menimbulkan bencana, diantara bencana yang ditimbulkan yaitu :
1.Membicarakan sesuatu yang tidak bermanfaat. Rasulullah SAW bersabda :
"Sesungguhnya diantara kebaikan Islam seseorang adalah dia meninggalkan perkara yang tidak bermanfaat"(HR Tirmidzi)
Untuk menghindari bahaya lisan sebaiknya berbicara yang baik kalau tidak lebih baik diam
"Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah dia mengucapkan sesuatu yang baik atau diam" (HR Bukhari)

2.Berdebat dengan cara batil tanpa ilmu. Rasulullah SAW bersabda :
"Sesungguhnya orang yang paling dimurkai oleh Allah adalah orang yang selalu berdebat" (HR Bukhari, Muslim)
Sebaiknya hindari perdebatan karena karena akan membangkitkan emosi, mengobarkan kemurkaan, dendam dan mencela oranglain
"Saya memberikan jaminan rumah dipinggiran surga bagi orang yang meninggalkan perdebatan walaupun dia orang yang benar. Saya memberikan jaminan rumah ditengah surga bagi orang yang meninggalkan kedustaan walaupun dia bercanda. Saya memberikan jaminan rumah di surga yang tinggi bagi orang yang membaguskan akhlaknya" (HR Abu Dawud)

3.Banyak berbicara suka mengganggu dan sombong_
"Sesungguhnya termasuk orang yang paling kucintai diantara kamu dan paling dekat tempat duduknya denganku pada hari kiamat adalah orang"yang paling baik akhlaknya diantara kamu. Dan sesungguhnya orang yang paling kubenci diantara kamu dan paling jauh tempat duduknya denganku pada hari kiamat adalah orang"yang banyak bicara dengan memaksakan diri dan keluar dari kebenaran, orang" yang berbicara panjang lebar tanpa hati", orang"yang mengolok-olok oranglain dan orang"yang sombong"(HR Tirmidzi)

4.Mengucapkan perkataan keji, jorok, celaan dan semacamnya, semua ini tercela dan terlarang
"Seorang mukmin bukanlah orang yang banyak mencela, bukan orang yang banyak melaknat, bukan orang yang keji (buruk akhlaknya) dan bukan orang yang jorok omongannya" (HR Tirmidzi)

5.Keterlaluan dalam bercanda. Sesungguhnya banyak bercanda akan menjatuhkan wibawa menyebabkan dendam dan permusuhan serta mematikan hati
"Janganlah kamu memperbanyak tawa karena sesungguhnya banyak tawa itu akan mematikan hati" (HR Ibnu Majah)
Lebih berbahaya lagi jika bercanda ditambah dusta
"Kecelakaan bagi orang yang menceritakan sesuatu, lalu dia berdusta untuk membuat orang tertawa. Kecelakaan baginya! Kecelakaan baginya!" (HR Tirmidzi)

6.Membicarakan sesuatu yang batil : menceritakan perbuatan"maksiat_
"Semua umatku akan diampuni dosanya atau tidak boleh dighibahi kecuali orang"yang melakukan dosa terang-terangan : melakukan perbuatan buruk dimalam hari kemudian diwaktu pagi mengatakannya. Padahal diwaktu malam Allah telah menutup perbuatan buruknya namun diwaktu pagi dia membongkar tutupan Allah" (HR Bukhari)

7.Perkataan yang salah berkaitan dengan masalah agama atau berkaitan dengan sifat-sifat Allah
Dari Ibnu Abas ra, "Rasulullah SAW mendengar seorang laki"berkata : Ma sya'allah wa' syita (apa yang Allah dan engkau kehendaki) beliau bersabda : bukan begitu seharusnya : Ma sya' Allah wahdah' (apa yang dikehendaki oleh Allah semata)" (HR Ahmad)
Semoga kita dapat menjaga lisan kita dari keburukan dan menghiasinya dengan kebaikan, aamiin

Semoga Bermanfaat, Barokallahu Fiikum

Tidak ada komentar:

Posting Komentar