Jampang Tandang: Ngaruat Budaya Jeung Sejarah Sunda Pajajaran - Jampang Media

Breaking

Minggu, 16 September 2018

Jampang Tandang: Ngaruat Budaya Jeung Sejarah Sunda Pajajaran


AmanahNegeriku.com,- Ngaruat budaya adalah menjalankan tradisi peninggalan nenek moyang di tatar sunda yang telah berjalan sejak ratusan tahun yang lalu. tradisi yang di maksud adalah berupa upacara Ruwatan Bumi, yaitu ritual manifestasi rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala yang telah diperoleh dari hasil bumi, atau mendoakan arwah para raja-raja sunda terdahulu yang sudah pergi meninggalkan kita sebagai generasi penerus sunda saat ini.

Ngaruat biasanya berkaitan erat dengan unsur mistic, karena sudah menjadi hal biasa bagi masyarakat adat sunda dalam upacara-upacara atau peringatan-peringatan yang dilakukan untuk mendoakan para leluhur/ karuhun. Tujuannya bukan musrik, tetapi itu hanya simbol ungkapan rasa sukur kepada sang pencipta.

Kang Baban (45), budayawan asal Surade mengatakan, ditengah modernisasi dan arus globalisasi yang sulit untuk dibendung, ruwatan budaya dan sejarah menghadapi ancaman menuju kepunahan. Di beberapa tempat sudah mulai hilang. Katanya, Minggu (17/9/2018).

Selain akibat modernisasi dan arus globalisasi, terang Kang Baban, dibeberapa tempat dilarangan melakukannya karena dianggap bertentangan dengan ajaran Islam, mengingat upacara ruwatan sangat kental dengan dupa dan kemenyan yang oleh sebagian kalangan dinilai berasal dari ajaran Hindu atau Budha.

Dari abad ke abad perubahan peradaban manusia sangat cepat, khususnya Indonesia sudah digeser dan diganti oleh gaya dan kebudayaan barat yang secara busana berpenampilan vulgar. dimulai dari cara berpenampilan, bergeser ke adat istiadat yang menjadi kebiasaan masyarakat, sampai pada segi kuliner, Ini adalah contoh dimana kebudayaan itu terkikis. Terangnya.

Budaya adalah roh kehidupan yang harus dijaga, maka secara terminologis kehidupan ini harus memiliki kebudayaan yang jelas bukan budaya campuran apalagi budaya cangkokan. Termasuk Makanan has Daerah yang perlu di angkat agar peminat masyarakat terhadap makanan has daerah tetap terjaga.

Maka, lanjut Kang Baban, kami selaku generasi yang peduli terhadap kebudayaan dan sejarah akan mengadakan kegiatan “Ngaruat Budaya dan Sejarah Sunda Pajajaran” pada hari Senin 14 Muharram 1440 H (24/9/2018). Kegiatan ini merupakan sebuah himbauan yang secara etimologis memiliki kekuatan spiritual untuk memperdayakan semua pihak yang masih peduli terhadap budaya dan sejarah sunda.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar