Semut Ibrahim KOMPASMANIC Targetkan Bedah 99 Rumah - Jampang Media

Breaking

Senin, 24 September 2018

Semut Ibrahim KOMPASMANIC Targetkan Bedah 99 Rumah

Bedah rumah ke 15 janda jompo di Kampung Batumeungpeuk RT 10/01 Desa Ciparay,
Kecamatan Jampang Kulon, Sabtu (8/9/2018).


AmanahNegeriku.com,- Semut Ibrahim KOMPASMANIC beberapa waktu lalu, Sabtu (8/9) melakukan bedah rumah yang ke 15 dari 99 rumah layak huni yang di targetkan. Semut Ibrahim KOMPASMANIC yang memiliki slogan EKSTRIM (Edukatif, Kreatif, Sportif, Trendy, Religius, Inovatif dan Mandiri) tengah melakukan Bedah rumah milik Emak sadiyah (70), janda jompo di Kampung Batumeungpeuk Rt 10/01 Desa Ciparay, Kecamatan Jampang Kulon, Sukabumi.

Beni Bunyamin, pembina Semut Ibrahim KOMPASMANIC menjelaskan, Satu hal yang harus sahabat fahami tentang Gerakan 99 Rumah layak Huni Untuk Janda Jompo Pajampangan. Gerakan bersifat ajakan untuk berbagi dan peduli. Kami tidak meminta, karena kami bukanlah pengemis yang menghinakan diri, kami tidak bermanin di ranah pencitraan, kami pun tidak sedang mengibarkan bendera yang harus diangkat setinggi tingginya.

Kami hanya menawarkan dan mengabarkan ada yang membutuhkan kita dengan cara tidak bersuara, ada yang diam diam tersisihkan dan terlupakan bahkan diabaikan, tetapi mereka tidak berani meminta, karena mereka telah lupa bagaimana cara meminta kepada manusia, ia hanya meminta dalam hening, dalam diam, dalam kepapaan kepada Tuhannya. Allah lah yang mengabulkan nya dengan cara misterius. jelas orang akrab dipanggil Babap ini.

Babap juga menyampaikan, kami adalah salah satu alat Tuhan untuk mengabulkan doa doa yang mengetuk pintu pintu langit. jangan melihat sosok saya untuk berbagi, juga jangan melihat sosok saya untuk enggan berbagi, dan jangan pula ragu dengan jumlah uang yang ingin diinfaqan, karena dalam hal infaq bukanlah bersifat material lagi terhadap nilai uang, melainkan uang yang telah dispiritualkan atau dirohanikan telah bebas dari nilai angka. Ini adalah masalah jiwa kita, ada kebutuha  jiwa kita yang sering terlupakan, yaitu kebutuhan untuk memberi. 

Tidak perlu nunggu pemerintah untuk membangun semuanya, gak juga harus menunggu orang kaya untuk datang, karena dalam nyatanya banyak orang kaya palsu, siapa mereka ? mereka yang diberi kepercayaan menerima banyak anugerah dari Allah tapi tidak mampu berbagi. Maka kami mengajak kepada sahabat untuk menjadi orang kaya yang sebenarnya, yaitu manusia yang mampu berbagi dan memberi. Pungkasnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar