Jika Curug Awang Dilewat Artinya Belum Ke Geopark Ciletuh - Jampang Media

Breaking

Senin, 04 Februari 2019

Jika Curug Awang Dilewat Artinya Belum Ke Geopark Ciletuh

Curug Awang merupakan salah satu air terjun yang terdapat di kawasan Taman Bumi Unesco Global Geopark Ciletuh, tepatnya di desa Taman Jaya, kecamatan Ciemas, kabupaten Sukabumi. Curug awang adalah salah satu air terjun dari aliran sungai Ciletuh.

Air terjun ini memiliki ketinggian sekitar 40 meter dengan lebar sekitar 60 meter, dengan keindahan dinding batu alam, geopark yang berwarna coklat kemerahan sebagai karakteristik dari curug ini yang  begitu kuat dan tak dapat dilihat di tempat lain.


Sungai Ciletuh merupakan ruas sungai yang membatasi wilayah kecamatan Ciemas dengan kecamatan Ciracap. Selain itu, sungai ciletuh juga merupakan batas antara desa Taman Jaya dengan desa Cibenda, serta pembatas antara desa Mekar Sakti dan desa Mandra Jaya.

Sebagai sebuah sungai yang cukup besar, sungai Ciletuh memiliki beberapa air terjun yang memiliki keindahan dengan panoramanya. Diantaranya yang sudah cukup terkenal adalah Curug Awang, Curug Tengah dan Curug Puncak Manik yang terdapat di wilayah administratif desa Taman Jaya.

Dilansir dari ciletuh.com, Sementara Curug Awang itu sendiri adalah air terjun yang pertama dari deretan tiga air terjun di sungai ciletuh yang terdapat di desa Taman Jaya, kecamatan Ciemas.

Pada musim kemarau dimana curah hujan kurang maka Curug Awang akan memiliki dua air terjun dengan air terjun utama di sebelah kanan dan air terjun kecil di sebelah kiri. Penduduk setempat menyebut air terjun yang kecil dengan sebutan Anak Curug Awang, sedangkan air terjun utama yang lebih besar dengan sebutan Curug Awang Indung.


Curug Awang akan tampak lebih indah bila dilihat dari kejauhan, terutama pada musim penghujan dimana keadaannya mirip air terjun Niagara mini di Amerika, lebar dan penuh dari ujung ke ujung. Bila dilihat dari dekat keindahan air terjun ini kurang begitu nampak.

Curug Awang akan terlihat biasa saja dengan batu-batu besar berserakan dibawah air terjun. Batu-batu yang besarnya beberapa kali lipat dari besar gajah dewasa ini berjatuhan karena derasnya arus sungai Ciletuh di musim hujan. Selain itu, faktor arus sungai, batu-batu ini juga berjatuhan akibat faktor sedimentasi atau pelapukan batuan.

Untuk menuju lokasi curug Awang, perjalanan menuju Curug Awang terbilang mudah karena bisa ditempuh menggunakan kendaraan roda empat. Kemudian dari tempat parkir, perjalanan dilanjutkan dengan melewati pematang sawah dengan kondisi cenderung datar yang memakan waktu sekitar 10 menit.

Masih dari ciletuh.com, Pada waktu lalu, Curug Awang adalah air terjun yang sangat indah dan sejuk karena terletak di tengah hutan yang subur. Akan tetapi sekarang kesejukan Curug Awang hanya tinggal cerita karena pembalakan liar yang dilakukan sekitar tahun 1999 sehingga menghabiskan pohon-pohon di hutan ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar