Diseminasi Sinergitas Ketenagakerjaan Disnakertrans dan Perusahaan - Jampang Media

Breaking

Selasa, 30 Juli 2019

Diseminasi Sinergitas Ketenagakerjaan Disnakertrans dan Perusahaan

Reporter :Aris Wbs
Sumber foto: Aris Wbs
mediajampang.co.id, Sukabumi,- Diseminasi dan sinergitas program ketenagakerjaan Disnakertrans Kabupaten Sukabumi dengan beberapa pengusaha Garmen digelar pada Senin, (29/7/2019) diruang pertemuan Disnakertrans, Jl. Palabuhan II Jeruknyelap, Situmekar, Lembursitu.

Hal tesebut dilakukan untuk mengurai permasalahan dan kendala yang dialami pihak perusahaan Garment yang ada di Kabupaten Sukabumi. Selain itu, mengingat kondisifitas para pekerja buruh perusahaan dan berbagai kendala yang dialami beberapa pengusaha Garment di Kabupaten Sukabumi.

"pertemuan hari ini membahas beberapa hal yang berkaitan dengan buruh pekerja dan perusahaan tentunya. Konektifitas antara Buruh dan Perusahaan yang ada di Sukabumi harus segera dituntaskan. Ini keduanya sangat penting," ucap Rudi Billah Disnakertrans Privinsi Jawa Barat, Senin, (29/7/2019) di Sukabumi.

Harapan kedepannya kata Rudi, perlu adanya sinergitas yang lebih baik lagi antara keduanya, supaya simbiosis mutualisme dapat terwujud. Dengan begitu win win solution antara buruh dengan perusahaan bisa ketemu dan tidak ada lagi saling dirugikan.

"Ya,  dengan adanya saling keterbukaan dari keduanya, saya rasa itu yang terbaik. Perusahaan maupun pihak pekerja/buruh ada pengertian yang sama. Tidak ada lagi konflik yang merugikan keduanya," jelas Rudi.

Sementara itu, Aang Suhendar, Perwakilan dari para pengusaha Kabupaten Sukabumi mengatakan, pihaknya sebagian sudah menyampaikan feedback dari pertemuan ini kepada pimpinan perusahaan. Sebab menurutnya industri padat karya yang ada di Kabupaten Sukabumi ini, industri paling besar yang menyerap tenaga kerja.

"Ya, dibanding dengan Mamin, industri padat karya di Kabupaten Sukabumi cukup besar. Kita ketahui jumlahnya bukan ratusan lagi malah ribuan tenaga kerja," kata Aang.

Disinggung soal perluasan atau migrasi perusahaan di Kabupaten Sukabumi Aang menjawab, "Itu bisa saja terjadi. Namun, perlu diketahui juga, apakah akses akses lainnya sudah siap, misal  infrastruktur sudah menunjang. Jika akses mobilisasi sudah dianggap layak tidak menutup kemungkinan," tambahnya.

"Ya, sebab orang Sukabumi berpikir dari pada harus ke Kuningan, ke Semarang, jika ada di Sukabumk kenapa tidak. Tinggal kebijakan pemerintah dan pertimbangannya saja," pungkasnya.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar