Kaum Radikal Menyasar Seluruh Elemen - Jampang Media

Breaking

Senin, 29 Juli 2019

Kaum Radikal Menyasar Seluruh Elemen

Reporter : Andi Supriadi
Sumber foto: Andi Supriadi
MediaJampang.co.id,- Kelompok kaum radikal dalam mengembangkan sayapnya melalui berbagai celah. Mereka menyasar ke seluruh elemen seperti wilayah kampus, birokrat, pengusaha strategis. Kelompok ini juga diperkirakan telah masuk dunia hiburan, mereka menyasar ke para selebriti, artis. Pelajar, atlet tenaga pendidik yang berprestasi juga tak luput dari incarannya.

Hal tersebut diungkapkan Pengurus Pusat GP Ansor, KH. Ahmad Nadhif, Lc., ME.  pada acara Talk Show, dengan tema "Membaca Peta Pergerakan Radikalisme Indonesia", di Aula Ponpes Wali Semarang Jawa Tengah, yang diselenggarakan oleh Ponpes Wali Semarang, Pimpinan KH. Anis Maftuhin, Minggu (28/7/2019). Hadir sebagai pemateri KH Ahmad Nadhif (Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda (PP GP Ansor), Dr. Sidqon Maesur (Ketua OIAAI Jateng), dan Marbawi A Katon (Ketua Umum GNKRI).

Lebih lanjut, dalam paparannya, Pengurus Pusat GP Ansor, , KH Ahmad Nadhif, Lc, ME, mengatakan bahwa Strategi yang dilakukan adalah menggunakan kelompok yg berpengaruh yang mampu memberikan sugesti ke masyarakat sehingga memudahkan untuk melakukan doktrinisasi.

"Cara pandang dalam konsep bernegara sangat berbeda dengan kaum Islam Indonesia pada umumnya. Gerakannya eksklusive karena menganggap bahwa paham mereka ini adalah paling benar. Dalam berbagai kesempatan mereka selalu mempertentangkan sunah vs tradisi yaitu menolak segala tradisi karena dinilai tidak ada sunnahnya", katanya.

Sementara itu, Ketua  OIAAI Jaqa Tengah, KH Dr. Sidqon Maesur, Lc, mengatakan, saat ini yang diinginkan adalah Islam yang moderat seperti yang dianjurkan dalam Al Quran. Indonesia sebagai negara yg berpenduduk muslim terbesar tetapi mampu menjadi negara yang Pancasila. Dengan Pancasila maka selamanya tidak akan menerima teroris, sehingga masyarakat harus diajarkan stabilitas keamanan.

"Saat ini di Indonesia banyak orang-orang yg tidak sadar diajak mmendukung teroris yg di timur tengah mereka melawan pemerintahan yg sah. Mereka bicaranya baik, tetapi punya agenda yg buruk. Ideologi transnasional adalah sangat berbahaya seperti Ikhwanul muslimim, Wahabi, HTI", tutur  Sidqon Maesur.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum GNKRI, Marbawi A Katon mengatakan, saat ini banyak yg mempertentangkan antara ideologi, agama dan Pancasila. Silang budaya yang terjadi sejak nusantara berdiri mengakibatkan unsur-unsur budaya Indonesia yang beragam, tetapi basicnya tetap dari kearifan.

 "Setelah abad ke 25, regionalisasi menjadi watak globalisasi sehingga semua agama mencari pengikut di seluruh dunia. Hal inilah yang berpotensi menjadi permasalahan karena semua agama ada di Indonesia", kata Marbawi.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar