Kujang Day Jadi Icon Wisata baru Kota Sukabumi - Jampang Media

Breaking

Minggu, 14 Juli 2019

Kujang Day Jadi Icon Wisata baru Kota Sukabumi

Reporter : Andi Supriadi
Gelar Budaya Silat dan  Dekalrasi Kujang Day 2019 di Pondok Pesantren Dzikir Alfath Kota Sukabumi, Jumat malam (12/7/ 2019).
MediaJampang.co.id, Kota Sukabumi,- Kujang Day bermakna bagaimana orang sunda bisa bangga dengan Kujang yang sarat mengandung filosofi. Diharap dengan adanya event Kujang Day ini, orang sunda tidak kehilangan karakter dan jatidirinya yang dikenal melalui filosofi silih wawangi, silih asah, silih asuh dan silih asih.

Pernyataan tersebut diungkapkan KH. M. Fajar Lakdana pada kegiatan Gelar Budaya Silat dan  Dekalrasi Kujang Day 2019 dalam rangka HUT Bhayangkara 73. di Pondok Pesantren Dzikir Alfath Kota Sukabumi, Jumat malam (12/7/ 2019).

Lebih lanjut, Fajar mengatakan bahwa karakter dan jatidiri kasundaan seerta keilmuan yang diwariskan oleh para sesepuh merupakan kekayaan bangsa yang harus dilestarikan dan terus digali sebagai sumber solusi atas berbagai persoalan bangsa hari ini.

Acara yamg dilengkapi Upacara pelepasan Duta Alfath untuk Negeri Malaysia. sekaligus pemberian Gelar Sunda "Ki Ageng Gede Ciptarasa", kepada pesilat Malaysia Wa Didi itu, selaiin dimerihakan dengan penampilan atraksi silat dari pendekar silat Cimande, Banten, Jakarta dan PS. Maung Bodas, juga dimeriahkan dengan  sesi penyerahan Sertifikasi Standar Nasional Pijat Refleksi Penyehat Tradisional.Oleh Ketua IBAHTRA NASIONA kepada beberapa santri dan santtriwati Al-Fath.

.Deklarasi Kujang Day. dipimpin oleh Kapollresta Sukabumi, Walikota Sukabumi, Ketua IPSI Kota.SMI Dan Ketua. FPSTI. (Fedrasi Pencak Silat Tradisi Internasional).

Walikota: Sukabumi, Achmad Fahmi, dalam sambutannya mengatakan bahwa dalam sebagian literatur, Kujang dikenal sekitar abad 8 , namun ada juga yang mengatakan sebelum abad ke 8. Dahulu kujang dikenal ada  Kujang sebagai pusaka, kujang sebagai alat perang, Kujang untuk upacara,
Kujang untuk bertani atau pamangkas dan lain-lain.

"Namun saat ini kujang jadi siimbol untuk tidak mernyerah, tidak mudah patah semangat. Semnagat pantang menyerah ini adalh semangat yg diideklarasikan pada momen Kujang Day ini. Nanti kujang day diusahakan jadi event nasional bahkan internasional", katanya.

"Wa didi dilepas agar bisa lebih mengenalkan budaya sunda dan indonesia ke manca negara.", imbuh Fahmi.

Sementara itu, Kapolresta Sukabumi, Susatyo Purnomo Chondro, dalam sambutannya mengatakan pihak Kepolisian menggelar acara Budaya Silat terebut sebagai ungkapan rasa terimakasih kepada masyarakat Kota Sukabumi yang telah bersinergi baik dengan pihak Polresta, sehingga situasi kamtibmas relatif aman dan terkendali.

"Saat ini dan kedepannya, Polresta Sukabumi akan terus mengupayakan peningkaran pelyanan dan sinergitas dengan masyarakat dan stakehilders yang ada di Kota Sukabumi", ujar Susatyo.

"Sukabumi adalah kota kecil dengan sejuta keindahan. Keberadaan Polresta, bersana Pemda Kota Sukabumi Ingin angkat ekonomi kreatif, seni tradisi, dan kreatifitas dari berbagai komunitas. Di Kota Sukabumi ini, buat acara apapun harus kreatif, sebab kota kreatif , kesejahteraan rakyattnya akan meningkat, dan  bila kesejahteraan rakyat meningkat, angka kriminal akan menurun", imbuhnya.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar