Revolusi Industri Jadi Ancaman Masa Depan - Jampang Media

Breaking

Selasa, 30 Juli 2019

Revolusi Industri Jadi Ancaman Masa Depan

Reporter : Aris Wbs
Sumber foto: Aris Wbs
mediajampang.co.idSukabumi,- Revolusi industri merupakan sistem produksi dengan memanfaatkan tekhnologi dan big data. Saat ini dibeberapa pabrik sudah mulai menggunakan tekhnologi baru seperti IoT (Internet off Things).

Sebuah kehawatiran nanti kedepan yang akan muncul menjadi ancaman bagi pemerintah. Pasalnya, dengan tekhnologi digitalisasi sebagian orang tidak lagi butuh kerja dipabrikan atau bangunan. Mereka mencari penghasilan cukup dengan sebuah Handphone.

"Ini sebuah kekhawatiran yang akan muncul. Intinya komuditas akan stak. Siapa yang menyiapkan bahan baku, seperti nanam padi, siapa yang mau mengolah bahan baku," kata Herman Ibni Ilyas, Sosiet HRD Sukabumi, Senin (29/7/2019) di ruang pertemuan Disnakertrans Sukabumi, Jl. Palabuhan II Situmekar, Lembursitu.

Lanjut Herman, ketakutan pergeseran sistem digitalisasi itu, muncul pula sebuah harapan besar. Harapannya bagi masyarakat yang masih menyekolahkan anaknya tidak lagi menjadi seorang pekerja. Melainkan harapannya mereka bisa mengendalikan sistem digitalisasi tersebut.

"Ya, itu sebuah harapan besar bagi kami saat ini. Tidak ada lagi kebanyakan dari orang tua yang menyekolahkan anaknya cuma dapat ilmu dan bisa masuk kerja. Melainkan mereka kedepan bagaimana bisa merupah tatanan sistem revolusi industri yang menjadi ancaman," jelas Herman.

Harapan dari para Praktisi HRD Sukabumi kedepan, bagaimana pemerintah bisa menciptakan para pengendali sistem revolusi industri nantinya. "Kami para praktisi HR paham betul dengan digulirkannya revolusi industri ini," ungkapnya.

Sementara terpisah, perwakilan dari perusahaan PT. KG Fashion Indonesia Aang Suhendar menyampaikan, perlu adanya sinergitas yang harus dibangun dengan pemerintah daerah. Untuk menepis rasa kekhawatiran revolusi industri khususnya di Kabupaten Sukabumi kedepan.

"Pertemuan ini sangat penting sekali untuk di tindak lanjut nanti oleh pihak pemerintah Kabupaten Sukabumi. Kami sudah sampaikan kendala-kendala yang ada di Kabupaten Sukabumi. Bagaimana nanti menciptakan kondisifitas dipemerintahan maupun diperusahaan," kata Aang. 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar