Gonjang Ganjing PHK di PT SCG - Jampang Media

Breaking

Jumat, 16 Agustus 2019

Gonjang Ganjing PHK di PT SCG

Reporter : Aris Wbs
Editor : Akoy Khoerudin
Ketua F-Hukatan KSBSI Nendar Supriatna saat memberikan keterangan soal Pemutusan Hubungan Kerja (PHK)
Mediajampang.co.id, Sukabumi,-  Sejumlah buruh yang tergabung dalam Federasi Kehutanan Industri Umum Perkayuan Pertanian dan Perkebunan, Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (F-Hukatan KSBSI) Sukabumi, menggelar audiensi bersama pihak pihak terkait di Kantor Disnakertrans Kabupaten Sukabumi, Kamis (15/8/2019).

Audiensi dilakukan terkait adanya beberapa karyawan yang Terancam Pemutusan Hubungan kerja (PHK) oleh anak Perusahaan PT Siam Cement Group (SCG) Sukabumi.

Usai acara tersebut, Ketua F-Hukatan KSBSI, Nendar Supriatna mengatakan, PT. Semen Jawa dinilai ikut campur dalam proses PHK yang seharusnya merupakan wewenang dari perusahaan outsourching (anak perusahaan tempat buruh bekerja).

"Ini yang menjadi persoalan karena ada oknum HRD PT Semen Jawa dari nama-nama yang akan di PHK, mencuat," kata Nendar.

"Ya, idealnya yang menilai layak atau tidaknya untuk memutuskan PHK merupakan wewenang perusahaan pemberi jasa bukan perusahaan pengguna jasa," kata Nendar Supriatna, kepada sejumlah wartawan, Kamis (15/8).

Lebih jauh Nendar membeberkan, anggota F Hukatan yang terancam di PHK berjumlah 74 orang. Dengan alasan mempunyai catatan kinerja yang tidak baik, namun data yang dikeluarkan dinilai tidak sesuai.

"Setelah kita melakukan cross cek dari data finger print, absensi dan slip gaji ternyata data tersebut adalah fitnah, makanya harus kita sikapi," jelasnya.

Untuk hasil kesepakatan audiensi hari ini, Nendar mengaku belum ada keputusan pasti dari pihak perusahaan, namun sementara ini Perusahaan bersedia meralat data buruh yang nantinya akan di PHK.

Nantinya akan dilakukan pendataan ulang kinerja buruh yang akan di PHK, namun rencana PHK akan tetap dilakukan.

"PHK tetap terjadi namun penilaian dilakukan secara profesional. Kita tidak keberatan jika anggota kami di PHK karena indisipliner namun harus ditempuh melalui SP1, SP2 dan seterusnya," jelasnya.

Sementara itu, salah satu rekanan PT SCG, Komisaris PT Gada Utama Persada, Hendry Tyas menjelaskan, Pemutusan Hubungan Kerja dilakukan karena terjadinya efisiensi yang dilakukan Pihak Perusahaan.

Lebih jauh Hendry mengatakan, buruh mempersoalkan sistem pengurangan karyawan, nantinya dari 123 karyawan akan terjadi efisiensi sebanyak 38 karyawan, Hendry juga membenarkan jika Hukatan tidak mempersoalkan permasalahan pemutusan kerja dengan syarat Hukatan meminta data kinerja buruh secara profesional.

"Untuk yang sisanya kemungkinan akan kita croscek sesuai data yang ada, prinsip kami apabila ada kinerja yang kurang bagus baru dirumahkan," kata Hendry.

Hendry berharap nantinya terjadi hubungan yang lebih intens baik dari Perusahaan Semen Jawa maupun Perusahaan rekanan dan buruh dan mengedepankan musyawarah apabila ada permasalahan agar tidak terjadi kesalahpahaman.

"Semoga hasil pertemuan kali ini hubungan industrial kedepannya akan lebih harmonis lagi," pungkasnya.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar