Soal Penganiayaan Siswa: Ini Jawaban Isep Muhyidin - Jampang Media

Breaking

Kamis, 22 Agustus 2019

Soal Penganiayaan Siswa: Ini Jawaban Isep Muhyidin

Gambar ilustrasi
mediajampang.co.id Jampangkulon || Isep Muhyidin oknum guru Madrasah Tsanawiyah (MTs) Alpariyah di Kecamatan Jampangkulon Kabupaten Sukabumi Jawa Barat memberikan tanggapan atas dugaan penganiayaan kepada (MH) siswa kelas IX MTs Alpariyah.

Menurut Isep, penganiayaan terhadap MH, siswa kelas IX MTs Alpariyah hanya menggunakan 'Topi' dan itu disaksikan lebih dari 90 orang siswa lainnya.

"Hanya dipukul pake topi yang digunakan oleh dia, itu juga dia takis" Terang Isep saat dikonfurmasi wartawan melalui sambungan teleponnya, Senin, 19 Agustus 2019.

Isep pun berdalih dan balik menuduh, bahwa MH siswa kelas IX itu tidak disiplin dan selalu membuat kegaduhan di sekolah.

"Anak itu telah melakukan indisipliner karena dia telah membuat kegaduhan, makanya saya tegur tapi masih tidak dia endahkan, akhirnya saya tindak tegas," dalihnya.

Kata Isep, waktu itu para siswa berada di dalam masjid karena telah terjadi stadium general. "Di kelas sudah tidak muat untuk menampung siswa, makanya dikumpulkan di masjid," tambahnya.

Isep pun memberikan klarifikasi terkait isu bahwa MH siswa yang mengaku telah menjadi korban penganiayaan oleh dirinya itu telah dikeluarkan dari sekolah.

"Anak itu tidak saya keluarkan hanya saya suruh keluar dari masjid saja. Kalau dikeluarkan harus ada surat resmi dulu dari sekolah," tambahnya.

Isep Muhyidun sendiri sebagai tenaga pengajar di MTs Alpariyah telah resmi dilaporkan orangtua siswa ke Polres Sukabumi. Kepala unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Brigadir Kepala Agus Murtado, membenarkan tentang adanya laporan dari orangtua korban ke unitnya.

"Iya ada laporan" Ucap Agus Murtado kepada awak media.

Laporan tersebut tertuang dalam laporan polisi bernomor: LP/B/112/VII/2019/DA JBR/RES SKI Selasa, 30 juli 2019.

Sebelumnya seorang oknum guru di MTs Alpariyah di Kecamatan Jampangkulon diduga telah melakukan penganiayaan kepada siswanya sendiri di dalam masjid sekolah ketika siswa tersebut memanggil teman sekelasnya dengan nama samaran.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar