20 Tahun: Permen Jahe Asal Sukabumi Bisa Bertahan - Jampang Media

Breaking

Kamis, 26 September 2019

20 Tahun: Permen Jahe Asal Sukabumi Bisa Bertahan

Reporter: Aris / Azis
Panganan Tradisional Permen Jahe asal Kota Sukabumi, mampu bersaing diera modern selama kurang lebih 20 tahun.
[sumber foto: Istimewa]

Jampangmedia.co.id, CIKOLE - Panganan tradisional permen jahe mampu bersaing ditengah maraknya peredaran permen modern. Khasiat dan rasanya yang khas membuat permen asli buatan Sukabumi ini masih banyak diminati para konsumen.

Meskipun jumlah pabrik permen jahe di Kota Sukabumi mulai berkurang namun beberapa masih ada yang bertahan mempertahankan bisnis tersebut. Satu diantaranya terdapat di pabrik permen jahe Sariwangi di Kampung Babakan Jampang, Rt. 002/018, Kelurahan Cisarua, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi Jawa Barat.

Pabrik yang berdiri sekitar 20 tahun yang lalu ini mampu bertahan dan mampu bersaing ditengah gempuran dari promosi permen modern dalam negeri maupun luar negeri. Bahkan pemasarannya pun cukup luas sehingga hasil produksinya bisa ditemui di pulau Sumatera.

Pengelola pabrik permen jahe Sariwangi, Muhammad Maulana mengatakan, tidak sedikit pengusaha serupa yang gulung tikar ditengah ketatnya persaingan makanan modern. Namun ada strategi khusus yang diterapkan dirinya sehingga pabrik yang dikelola secara turun-temurun ini masih tetap berdaya.

Proses pengolahan Permen Jahe

"Strategi kami cukup sederhana yaitu konsisten dalam bentuk maupun rasa. Tidak sedikit pengusaha yang merubah rasa karena meningkatnya harga bahan baku sehingga menyebabkan konsumen kecewa,"ujar Maulana kepada media Rabu (25/9/19).

Menurut Maulana, mengurangi bahan baku dalam produksi merupakan hal yang fatal dalam bisnis kuliner apalagi permen jahe adalah makanan yang terkenal khasiatnya yakni untuk mencegah masuk angin, melegakan tenggorokan dan menambah stamina pada tubuh.

"Jadi jika mengurangi bahan baku maka khasiat dari permen tersebut otomatis akan berkurang. Konsumen pasti enggan mengkonsumsi lagi jika dirasakan tidak berkhasiat,"ucapnya.

Proses pemotongan dan pengemasan Permen Jahe
Mesti begitu Maulana tidak terlalu tinggi memberikan harga kepada pelanggan yang membeli dari pabrik untuk dijual lagi. Ia cuma menjual dengan harga Rp. 22 ribu saja untuk satu kilogram permen jahe berisi 80 butir.

"Namun ada harga berbeda untuk pesanan khusus, tapi harga tetap kita sesuaikan. Yang penting ada selisih antara modal yang dikeluarkan dengan penjualan,"ungkapnya.

Dengan beberapa tips tersebut, Usaha yang dikelola oleh Maulana bisa bertahan puluhan tahun secara regenerasi. Penjualannya pun cukup banyak, dalam satu bulan Ia bisa memenuhi kebutuhan pasar lebih dari 12 ton.

"Pesanan kami perhari sekitar Rp 400 kilogram, jumlah tersebut kita sesuaikan dengan kemampuan produksi dan ketersediaan bahan baku, sebetulnya jika kami terima semua orderan dibutuhkan lebih 1 ton permen dalam satu hari,"tegasnya.

1 komentar: