Kapolsek Nagrak Bantah Terima Fee BPNT - Jampang Media

Breaking

Selasa, 17 September 2019

Kapolsek Nagrak Bantah Terima Fee BPNT


Suber foto: Ilustrasi

mediajampang.co.id Nagrak || Progam Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dari pemerintah pusat untuk keluarga miskin atau keluarga penerima manfaat (KPM) di Kabupaten Sukabumi syarat kepentingan. Pada pelaksanaannya program tersebut terkesan sebuah ajang bancakan fee institusi tertentu. 

Seperti keberadaan pendistribusian yang terjadi di Kecamatan Nagrak dan Ciambar, beras tersebut bisa didapat di e-warung yang sudah ditunjuk oleh Dinas Sosial Kabupaten Sukabumi. Namun, hal itu diduga ditunggangi oleh oknum institusi polsek Nagrak, pada penentuan Suplayer BPNT yang diharuskan karena sesuatu hal.

Seperti yang diungkapkan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Nagrak, Ujang mengatakan, kepada mediajampang.co.id bahwa penentuan suplayer ada campurtangan pihak lain. Oleh karena itu syarat kepentingan selalu tercipta dimana ada intervensi dibalik pelaksanaan program bpnt yang sedang berjalan tersebut.  

"Kami tidak bisa berbuat banyak soal keharusan suplayer yang diterima. Ya, untuk dua Kecamatan Nagrak dan Ciambar, pihak TKSK ada intervensi soal penentuan suplayer BPNT," kata Ujang, Rabu (4/9/2019) kemaren.  

Lanjut Ujang, tentu saja hal ini sangat bertentangan dengan Pedoman Penyaluran dan Pendistribusian program BPNT yang sudah jelas aturannya. Dalam keputusan Dirjen perlindungan dan jaminan sosial No.03/LJS/01/2019 cukup jelas.

Sementara itu, saat di konfirmasi via pesan singkat whastapp nya Kapolsek Nagrak, AKP Parlan, secara terang membantah tudingan tersebut. Bahkan dirinya menyebutkan bahwa informasi tersebut adalah fitnah belaka. 

"Siapa bilang Kapolsek ikut bermain beras, ini jelas fitnah buat Saya. Ini berita hoax dan ujaran kebencian dan ini dapat di laporkan dan kena undang-undang iTE," jawabnya.

Fakta baru yang didapatkan dilapangan sangat berbeda dengan jawaban kapolsek tersebut. Diketahui dari keterangan TKSK Ciambar inisial U (32) menjelaskan, bahwa Kapolsek ikut menerima imbalan Fee dari agen-agen e-waroeng yang berada diwilayah Kecamatan Ciambar secara kolektif setiap bulannya.

"Ya, Kapolsek kan, sebagai Satgas BPNT di Kecamatan Nagrak dan Ciambar, tentu wajarlah kalo terima fee dari agen-agen e-waroeng. Ya, setiap bulan ada fee masuk ke beliau. Untuk bulan Juli dan Agustus sudah dong" imbuhnya.

Reporter : Herdi Gustaman

Tidak ada komentar:

Posting Komentar