Sejarah Pesantren Sukalillah, Dari Melawan Penjajah Kini SMK Wadil Falah - Jampang Media

Breaking

Senin, 10 Februari 2020

Sejarah Pesantren Sukalillah, Dari Melawan Penjajah Kini SMK Wadil Falah


AmanahNegeriku.com,- Pondok pesantren salafiyah Wadil Ulum yang lebih dikenal dengan nama pesantren Sukalillah berlokasi di Jalan raya Cibarengkok – Cibuni, Kampung Sukalillah RT. 012/002 Desa Padasenang, Kecamatan Cidadap, Kabupaten Sukabumi didirikan pada tahun 1948 oleh KH Fakhrurrozi. Putra-putri Pendiri pondok pesantren Sukalillah kini medirikan SMK Wadil Falah.

Pendiri pondok pesantren Wadil Ulum Sukalillah, KH Fakhrurrozi adalah putra dari pendiri pondok pesantren Tanjung, Kecamatan Kadupandak, Kabupaten Cianjur, yaitu KH Ahmad Fudholi yang akrab disebut sebagai BA’A Tanjung. Kata Putra bungsu KH Fakkhrurrozi sekaligus pengurus Pondok pesantren salafiyah Wadil Ulum Sukalilah, Sep Sabik FA saat dikonfirmasi, Minggu (9/2/2019).

Lebih jauh ustadz Sabik menjelaskan, KH Fakhrurrozi lahir pada tahun 1920 Masehi di Cianjur tepatnya di Tanjung Kecamatan Kadupandak dengan nama kecil Ma’sum yang kemudian namanya diganti menjadi Fakrurrozi pada usia lima tahun oleh Ba’a Tanjung. Masa remajanya, KH Fakhrurrozi menghabiskan waktu dengan melakukan  riyadhoh dan menimba ilmu agama di Pondok Pesantren Gentur, Baros Cianjur, dan Ciharashas.

Pada pada tahun 1935 sampai dengan 1942 KH Fakhrurrozi melakukan ibadah haji dan umroh sekaligus memperdalam ilmu agama di tanah suci makkah. Setelah itu, KH Fakhrurrozi seringkali memplopori pertempuran melawan penjajah belanda hingga tertangkap, disiksa dan dipenjara oleh belanda. Setelah kemerdekaan diproklamasikan pada 1945, KH Fakhrurrozi hijrah ke Kecamatan Sagaranten memenuhi permintaan para tokoh dari Sagaranten hingga akhirnya mendirikan Pondok Pesantren Wadil Ulum Sukalillah.

Sewaktu hidup, KH Fakhrurrozi pernah bercerita bahwa perjuangannya melawan penjajah tiada tujuan lain selain ingin merasakan kekhusuan dalam melaksanakan ibadah kepada Allah SWT. KH Fakhrurrozi wafat pada tanggal 12 Mei 1996, lanjut Ustadz Sabik, Kemudian pondok pesantren sukalillah dilanjutkan oleh anak dan menantunya.

Orang tua kita dulu berjuang untuk mendapatkan kemerdekaan, sekarang kita juga perlu turut berjuang dalam mengisi kemerdekaan. Setidaknya kita harus memberikan sumbangsih dalam pemerataan pembangunan di daerah, terutama dalam membangun kualitas sumber daya manusia. Tandasnya.

Sementara Ketua Yayasan Wadil Falah, Daud Falah yang merupakan putra ketiga KH Fakhrurrozi saat ditemui di kediamannya, Senin (10/2/2019) menerangkan bahwa pihaknya bersama ahli waris KH Fakhrurrozi yang lainnya saat ini tengah mengembangkan lembaga pendidikan formal, yaitu Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan program keahlian Agribisnis dan Agroteknologi.

Yayasan Wadil Falah yang dibentuk oleh ahli waris KH Fakhrurrozi berdasarkan Akta Notaris Diah Aji Perdana Nomor 140 Tanggal 29 Agustus 2017 sebagai payung hukum yang menaungi pesantren Wadil Ulum, SMK Wadil Falah, kegiatan-kegiatan pendidikan, sosial, kagamaan, dan sebagainya yang Insya’Allah akan kami kembangkan berikutnya. Terangnya.

Saat ini, lanjut orang akrab disapa Dafah itu, kami tengah fokus mengurus pengembangan Sekolah Menengah Kejuruan yang sudah dibuka setahun lalu. Dengan diselenggarakannya lembaga pendidikan formal di tempat yang sudah dirintis oleh seorang pejuang kami harap bisa membesarkan kembali nama pesantren yang sudah digoreskan oleh orang tua kami. Tuturnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar